Dilda Virgianty Chen


My name is Dilda Virgianty Chen.
I live in Indonesia.
I am a coffee holic, dogs lover and white is my lucky color.

My background is Economics but International Law and Art School in Barcelona always be my dreams.
Photography and Journalism are two of the top things i want to master in my life.



Keinginan Manusia VS Keinginan Tuhan

Sebenarnya Tuhan itu amatlah baik kepada kita, manusia. Ia tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun meskipun kita telah berkali-kali menyangkal Ia.

Ia tidak kelihatan tetapi Ia selalu “menampakkan” diri Nya lewat orang-orang di sekitar kita.

Tidak perduli, sudah berapa kali kita membuat janji-janji palsu kepadaNya, ketika kita berada di gereja dan  berlutut berdoa kepadaNya berkata bahwa kita akan menjadi pribadi yang baik tetapi kenyataannya sangat bertolak belakang. Ia tetap menerima kita dengan tangan terbuka.

Di dalam kesenangan kita, tidak jarang kita melupakan Ia. Kita asyik dengan kehidupan dunia ini dan seolah-olah berkata ” Tuhan, tunggu sebentar ya, aku mau clubbing dulu”.

Tuhan mungkin hanya tersenyum dari atas sana dan berkata ” Oh, Anakku, tidak apa-apa. Aku akan senantiasa menantikanmu.”

Dipikir-pikir, kita sangatlah egois. Kita hanya mau Tuhan mengerti kita tetapi kita tidak melakukan hal yang sama kepada permintaan-permintaanNya. Kita berdoa kepada Tuhan, “Tuhan saya ingin ini , saya ingin itu, saya ingin itu sekarang, saat ini juga” sambil mengemis-ngemis. Dan di saat Tuhan tidak mengabulkanNya kita berpikir, Tuhan pasti tidak sayang kepada saya, kenapa Ia  tidak menggubris doa-doa saya? Sesungguhnya  Tuhan tidak pernah tidur, Ia selalu mendengar doa dan harapan kita meskipun Ia tidak ” membalas” nya secara langsung, Ia selalu membalas lewat orang-orang lain di sekitar kita .

Mungkin salah satu alasan Tuhan tidak “membalas” secara langsung doa kita karena Ia tahu apa yang kita minta bukanlah yang terbaik bagi kita, dengan demikian Ia tidak memberikannya dengan harapan tidak menyakiti kita. Kita boleh saja memiliki sejumlah daftar keinginan tetapi keputusan untuk mengiyakan atau menolak hanya ada di Tangan Tuhan.

Saya menulis ini bukan karena saya ingin menggurui Anda. Kenyataannya kehidupan rohani saya masih jauh dari sempurna dan kalau boleh diberi skor dari skala 0 -9, saya hanya akan mendapat nilai 5 dan tidak lulus ujian:)

Saya hanya ingin berbagi apa yang sedang saya rasakan saat ini. Apa yang sahabat saya, Rica, katakan kepada saya semalam sangat “menusuk” hati saya, bahwa Tuhan punya cara kerja yang berbeda dengan manusia dan kadang dengan logika itu pun tak bisa dicerna. Tetapi cara Tuhan adalah yang terbaik bagi kita. Yakinlah semua akan indah pada waktunya. Meskipun “waktu” itu tidak tahu kapan, kita harus selalu yakin, Ia hanya akan memberi kita sesuatu disaat yang sudah tepat.

Semoga dengan postingan ini kita semakin ingat dengan Tuhan kita dan tidak pernah lagi meragukan keIlahiannya. Amin.

DILDA VIRGIANTY

9.13 PM

Tagged: Tuhankeinginandilda virgianty chensahabatkeajaiban

  1. dildavirgiantychen posted this